LABORATORIUM HIDROLIKA

Laboratorium hidrolika merupakan salah satu laboratorium dasar yang ada di Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin.

LABORATORIUM HIDROLIKA

Laboratorium hidrolika merupakan salah satu laboratorium dasar yang ada di Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin.

Kegiatan Praktikum

Kegiatn Praktikum dilakukan di Laboratorium Hidrolika

APLIKASI SOFTWARE

Penerapan Software dalam menunjang kegiatan Penelitian

Laboratorium Hidrolika

Pengujian Model Pemecah Gelombang

Tampilkan postingan dengan label Teknik Pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Pantai. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2017

Gerakan Partikel Air

Partikel air di laut dalam bergerak dalam bentuk hampir lingkaran. Di puncak gelombang, partikel bergerak dalam arah yang sama dengan penjalaran gelombang, dan di lembah bergerak dalam arah yang berlawanan. Di permukaan, diameter orbital berkaitan dengan tinggi bertambahnya kedalaman hingga kedalaman air sama dengan ½ panjang gelombang dan diameter orbital diabaikan dan tidak ada perpindahan partikel air

Add caption



Gerakan partikel air alami di dalam gelombang merupakan aplikasi praktis yang penting. Misalnya, air bawah laut hanya mempunyai kedalaman 150 m untuk menghindari efek dari badai laut dan pengetahuan dari penurunan secara eksponensial gelombang terhadap kedalaman merupakan implikasi untuk desain pemboran minyak terapung. 



Senin, 15 Agustus 2016

Analisa Debit Banjir Rencana

Ada beberapa metode untuk memperkirakan debit banjir (laju aliran puncak). Metode yang dipakai pada suatu lokasi lebih banyak ditentukan oleh ketersediaan data. Secara umum, metode yang umum dipakai adalah (Suripin,2004) :

A.  Metode Rasional
Metode  untuk  memperkirakan  laju  aliran  permukaan  puncak  yang  umum  dipakai adalah   metode   Rasional   USSCS   (1973).   Metode   ini   sangat   sederhana   dan   mudah penggunaanya,  namun pemakaiannya  terbatas  untuk DAS-DAS  dengan ukuran kecil, yaitu kurang dari 300 ha (Goldman et al.,1986).

Metode rasional dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa hujan yang terjadi mempunyai intensitas seragam dan merata di seluruh DAS selama paling sedikit sama dengan waktu konsentrasi (tc) DAS.
Gambar . Hubungan curah hujan dengan aliran permukaan untuk durasi hujan yang berbeda.

Gambar  diatas  menunjukkan  bahwa  hujan  dengan  intensitas  seragam  dan  merata seluruh DAS berdurasi sama dengan waktu konsentrasi (tc). Jika hujan yang terjadi lamanya kurang dari tc maka debit puncak yang terjadi lebih kecil dari Qp, karena seluruh DAS tidak dapat memberikan  konstribusi  aliran secara bersama pada titik kontrol (outlet). Sebaliknya jika hujan yang terjadi lebih lama dari tc, maka debit puncak aliran permukaan  akan tetap sama dengan Qp.