LABORATORIUM HIDROLIKA

Laboratorium hidrolika merupakan salah satu laboratorium dasar yang ada di Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin.

LABORATORIUM HIDROLIKA

Laboratorium hidrolika merupakan salah satu laboratorium dasar yang ada di Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin.

Kegiatan Praktikum

Kegiatn Praktikum dilakukan di Laboratorium Hidrolika

APLIKASI SOFTWARE

Penerapan Software dalam menunjang kegiatan Penelitian

Laboratorium Hidrolika

Pengujian Model Pemecah Gelombang

Tampilkan postingan dengan label Teknik Sungai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Sungai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2016

Hidrometri

Hidrometri adalah ilmu pengukuran dan pembahasan masalah air termasuk metoda, kiat dan peralatan yang terpakai dalam hidrologi. Pengertian praktis hidrometri mencakup pengetahuan tentang pengukuran dan pengolahan data aliran sungai meliputi jenis 
  1. survey: pemetaan, 
  2. pengukuran dasar sungai, 
  3. pengukuran tinggi muka air,
  4. pengukuran penampang basah sungai, 
  5. pengukuran debit yakni dengan cara langsung ataupun cara tidak langsung, serta 
  6. pengukuran volume sedimen dan pengamatan kualitas air sungai

POS DUGA AIR
Pengukuran hidrometri harus mencakup: 
1) pengukuran tinggi muka air, 
2) pengukuran debit, 
3) pembuatan lengkung debit, 
4) pengukuran angkutan sedimen dan 
5) perhitungan dan analisis debita air dan debit sedimen. 

      Jaringan pengukuran dapat dibagi menjadi 3 kategori: 
1) jaringan pengukuran dasar (basic network) untuk  menyediakan data dasar yang bekerja secara terus menerus, 
2) jaringan pengukuran sekunder (secondary network) dipasang untuk waktu terbatas, untuk mengetahui karakternya dan 
3) jaringan pengukuran khusus (special network) untuk proyek tertentu.
      Adapun lokasi, jumlah dan distribusinya bergantung pada kebutuhan dan tujuan data, biaya install, operasional dan penyimpanan, tenaga/personil, sifat DAS serta iklim, dll.
 

Senin, 15 Agustus 2016

Analisa Distribusi Curah Hujan

Hal yang penting dalam pembuatan  rancangan  dan rencana adalah distribusi  curah hujan. Distribusi curah hujan adalah berbeda-beda sesuai dengan jangka waktu yang ditinjau yakni curah hujan tahunan (jumlah curah hujan dalam setahun), curah hujan bulanan (jumlah curah hujan sebulan), curah hujan harian (jumlah curah hujan 24 jam), curah hujan per jam. Dalam laporan ini penulis menggunakan data curah hujan per jam.

Analisis frekuensi diperlukan seri data hujan yang diperoleh dari pos penakar hujan, baik yang manual maupun yang otomatis. Analisis frekuensi ini didasarkan pada sifat statistik data kejadian yang telah lalu untuk memperoleh probabilitas besaran hujan yang akan datang. Dengan anggapan bahwa sifat statistik kejadian hujan yang akan datang masih sama dengan sifat statistik kejadian hujan masa lalu. (Suripin, 2004)

Perencanaan   persungaian   biasanya   diadakan   setelah   ditentukannya   batas-batas besaran  hidrologi  yang  terjadi  karena  fenomena  alam  yang  mendadak  dan  tidak  normal. Karena itu perlu dihitung kemungkinan  debit atau curah hujan yang lebih kecil atau lebih besar   dari   suatu   nilai   tertentu,   berdasarkan   data-data   yang   diperoleh   sebelumnya. (Sosrodarsono dan Tominaga, 1985)

Dalam analisis frekuensi curah hujan data hidrologi dikumpulkan, dihitung, disajikan dan ditafsirkan dengan menggunakan prosedur tertentu, yaitu metode statistik. Pada kenyataannya  bahwa  tidak  semua  varian  dari  suatu  variabel  hidrologi  terletak  atau  sama dengan nilai rata-ratanya. Variasi atau dispersi adalah besarnya derajat atau besaran varian di sekitar nilai rata-ratanya. Cara mengukur besarnya dispersi disebut pengukuran dispersi (Soewarno, 1995).

Adapun cara pengukuran dispersi antara lain :

1)  Deviasi Standar (S)

2)  Koefisien Skewness (Cs)

3)  Pengukuran Kurtosis (Ck)

4)  Koefisien Variasi (Cv)

Analisis Hidrologi

Data hidrologi adalah kumpulan keterangan atau fakta mengenai fenomena hidrologi (hydrologic phenomenon),  seperti besarnya : curah hujan, temperatur, penguapan, lamanya penyinaran matahari, kecepatan angin, debit sungai, tinggi muka air sungai, kecepatan aliran, konsentrasi sedimen sungai akan selalu berubah terhadap waktu (Soewarno, 1995).

Data   hidrologi   dianalisis   untuk   membuat   keputusan   dan   menarik   kesimpulan mengenai fenomena hidrologi berdasarkan sebagian data hidrologi yang dikumpulkan. (Soewarno, 1995).

Adapun langkah-langkah dalam analisis hidrologi adalah sebagai berikut :
1)  Perencanaan Daerah Aliran Sungai (DAS) beserta luasnya.

2)  Analisis mengenai distribusi curah hujan dengan periode ulang T tahun.

3)  Analisis mengenai frekuensi curah hujan.

4)  Pengukuran dispersi.

5)  Pemilihan jenis sebaran.

6)  Uji kecocokan sebaran.

7)  Perhitungan  debit banjir rencana berdasarkan  besarnya curah hujan rencana di atas pada periode ulang T tahun untuk menentukan bangunan pengendali banjir.